Stator Earth Fault Protection

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Is-Limiter and Short Circuit Analysis

For the manual calculation click here:

For the result of simulation click here:

Categories: Elektro | Leave a comment

Proses Pabrik Urea

Saat ini PT. Pupuk Kaltim memiliki 5 pabrik urea dengan kapasitas 2,98 juta ton/th. PT. Pupuk Kaltim memproduksi 2 jenis urea yaitu urea prill dan urea granul yang membedakan adalah ukuran butiran urea tersebut. Berikut profil dari masing-masing pabrik:

1. Pabrik  1
Kapasitas urea 700.000 ton/th dengan proses Stamicarbon-Konvensional, produk urea prill

2. Pabrik 2
Kapasitas urea 570.000 ton/th proses Stamicarbon-CO2 Stripping, produk urea prill

3. Pabrik 3
Kapasitas urea 570.000 ton/th proses Stamicarbon-CO2 Stripping, produk urea prill

4. Popka
Pabrik ini merupakan optimalisasi dari pabrik kaltim 1 dan kaltim 2 dengan memproduksi urea yang bahan bakunya didapat dari sisa produksi ammonia dan CO2 dari kedua pabrik tersebut. Kapasitas urea 570.000 ton/th proses Stamicarbon-CO2 Stripping & Hydro agri, produk urea granul

5. Pabrik 4
Kapasitas urea 570.000 ton/th proses Snamprogetti-CO2 Stripping & Hydro agri, produk urea granul

Blok diagram dan cacatan tentang proses produksi urea:

Slide1

1. Synthesis: Proses pembentukan reaksi kimia pada reaktor dari ammonia dan CO2. Reaksi urea terdiri dari 2 tahap yaitu:

REAKSI UREA : 2NH3 + CO2 <=> NH2CONH2 + H2O

– Pembentukan carbamate (eksotermis & cepat) : 2NH3 + CO2 <=> NH2CO2NH4

– Dehidrasi carbamate (endotermis & lambat): NH2CO2NH4 <=> NH2CONH2 +H2O

2. Decompoposition: Proses melepas NH3 dan CO2 yang tidak bereaksi secara sempurna/ tidak berubah menjadi urea, mendekomposisi urea. Kemudian NH3 dan CO2 tersebut di daur ulang pada unit recovery dan disintesa kembali.

3. Concenteration: Proses pemekatan urea dengan melepas H2O hasilnya berupa urea melt (urea solution). sebelum masuk pada proses prilling/granulation maka urea melt di injeksikan UFC (Urea Formaldehyde Concentrate) sebagai bahan lapisan untuk butiran urea. Sisa H2O dikirim ke WWT dan diproses kembali untuk unit utility, proses condensate.

4. Prilling: Proses pembentukan urea prill dari urea melt yang dimasukkan pada prill  bucket yang berputar dan keluar menjadi butiran urea kemudian didinginkan menggunakan id fan.

5. Granulation: Proses pembentukan urea granul dari proses menyemprotkan urea melt dengan spray nozzle kemudian didinginkan maka terbentuklah urea granul yang ukuran butirannya lebih besar dari urea prill.

Dalam proses produksi pupuk urea salah satu yang harus diperhatikan adalah biuret. Biuret adalah reaksi 2 urea yang dapat menghasilkan ammonia menjadi racun bagi tumbuhan. ( 2NH2CONH2 <=> NH2CONHCONH2 + NH3). Reaksi samping pembentukan biuret dipengaruhi oleh konsenterasi NH3 rendah, temperature tinggi dan waktu tinggal yang lama. Spesifikasi teknis kandungn urea: Nitrogen min 46%, H2O max 0,5%, dan biuret max 0,5%. Demikian sedikit catatan dari proses pembentukan pupuk urea, terimakasih

This slideshow requires JavaScript.

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Proses Pabrik Ammonia K-2

Sebagai perusahaan kimia, PT. Pupuk Kaltim memproduksi ammonia dan urea sebagai produksi utama. Pupuk urea sebagai core bisnis utama PT. Pupuk Kaltim diproduksi dari reaksi synthesis ammonia (NH3) dan CO2. Kapasitas produksi ammonia sebesar 1,85 juta ton/th. Proses reaksi pembentukan ammonia dari bahan baku Gas Alam dan udara. Sebagai trainee setidaknya saya harus mengerti tentang proses bisnis di PT. Pupuk Kaltim. Maka dari itu proses produksi ammonia saya catat untuk tetap diingat dan dipelajari. Berikut blok diagram dan sedikit catatan dari saya:

Slide1

Katalis berfungsi untuk mempercepat laju reaksi kimia.
Desulfurizer: Proses ini berfungsi untuk menghilangkan kandungan sulfur dalam gas alam. Sulfur bersifat racun pada katalis yang dapat menyebabkan kejenuhan. ( ZnO + H2S <=> ZnS + H2O ). Sebelumnya terdapat sulfur organik yang harus diubah menjadi sulfur anorganik dengan ditambah H2. ( RSH + H2 => RH + H2S) Kandungan sulfur < 0,05 ppm
Primary Reformer: Proses pembentukan H2 (Hidrogen) dari reaksi gas alam (CH4) dengan steam (H2O). ( CH4 + H2O <=> CO + 3H2 )
Secondary Reformer: Proses pembentukan gas sintesa H2 dan N2(nitrogen) dari udara bebas. O2 pada udara bebas direaksikan dengan H2 untung menghasilkan panas untuk pembakaran CH4. Kemudian didapatkan H2 kembali dari reaksi  CO dengan H2O. ( 2H2 + O2 => H2O + panas, CH4 + H2O <=> CO + 3H2 dan CO +H2O <=> CO2 + H2 )
HTS & LTS: High & Low temperature shift converter berfungsi untuk mengubah CO menjadi CO2. HTS berfungsi untuk mempercepat reaksi dan LTS sebagai kesetimbangan agar konveksi CO2 semakin banyak dan tidak kembali. CO2 harus di alihkan menuju urea plant dan CO2 removal agar tidak meracuni katalis pada converter ammonia. ( CO + H2O <=> CO2 + H2)
Absorber: Proses menyerap CO2 dengan bantuan larutan benfield. Ketika CO2 sudah diserap dilanjutkan menuju proses methanator. ( Temperature rendah & tekanan tinggi)
Stripper: Proses stripping CO2 dengan steam lalu membuang CO2 menuju CO2 product dan urea plant. Kedua proses absorber dan stripper berfungsi untuk pemurnian gas sintesis H2 dan N2 dari CO2. ( Temperature tinggi & tekanan rendah)
Methanator: Proses mengubah CO dan CO2 menjadi methana CH4. ( CO2 + 4H2 => CH4 + 2H2O & CO + 3H2 => CH4 + H2O)
Ammonia Converter: Proses unit synthesis loop dengan membentuk reaksi ammonia dari hidrogen dan nitrogen dalam bentuk gas. ( N2 + 3H2 <=> 2NH3)
Refrigerasi: Proses pendinginan (penurunan temperature) ammonia dan mengubah bentuk ammonia dari gas ke cair. Ammonia cair dapat disimpan pada storage (kilang ammonia).

Berikut sedikit catatan dari proses pembentukan ammonia.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Pelatihan K3LH ( SMK3 & ISO 14001)

Selama 9 bulan kedepan saya menjalani training sebagai calon karyawan PT. Pupuk Kaltim. Sudah berjalan 2 minggu ini dan mendapatkan pelatihan K3LH dalam 5 hari. Isi dari pelatihan ini diantaranya tentang peraturan umum K3 UU No1 th 1970, Hygiene perusahaan, bahaya dan resiko di tempat kerja, inspeksi K3, prosedur Work Permit, pengetahuan dasar P3K, Pengetahuan dasar Api, Kebakaran, Penggunaan APAR, Breathing Apparatus dan Teori pemadam Kebakaran. Pelatihan ini sangatlah penting melihat resiko kecelakaan dan kesehatan akibat bekerja yang sangat tinggi ketika bekerja di pabrik kimia sebesar Pupuk Kaltim. Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang didapat selama pelatihan K3LH ini. Acara puncak yang ditunggu-tunggu adalah saat simulasi PMK (Pemadam Kebakaran) di fireground. Pada prinsipnya teknik memadamkan api adalah dengan merusak keseimbangan percampuran ketiga unsur penyebab kebakaran (bahan bakar, oksigen, panas) yang dikenal dengan “segitiga api” atau merusak/menghentikan proses pembakaran (memutus rantai reaksinya). Teknik pemadaman api ada 4 yaitu:
– Menghentikan dan memutus bahan bakar atau mengambil bahan yang terbakar (starvation)
– Penyelimutan (smothering) atau mengurangi/menipiskan kadar oksigen (dilution) di udara.
– Pendinginan dengan air (cooling) sampai dibawah titik nyala dari bahan yang terbakar atau mengurangi penguraian (dekomposisi) bahan bakar padat
– Memutuskan rantai reaksi (Breaking Chain Reaction Inhibiting) dari proses pembakaran

api2
Gambar Segitiga Api

Dalam simulasi PMK setiap group terdiri dari 1 Komando yang bertugas untuk menyiapkan dan memimpin pasukan dan menghentikan sumber bahan bakar (menutup valve), 2 nozzleman sebagai perisai dari perlawanan api dan melakukan pemadaman, 2 helper sebagai pembantu nozzleman dan instruksi komando dan 1 operator sebagai pengendali sumber dan tekanan air dari pengoperasian pompa. Di pelatihan ini juga dibantu oleh para instruktur yang berpengalaman. Berikut video simulasi saat di fireground:

1. Persiapan Simulasi

2. Simulasi PMK 1

3. Simulasi PMK 2

Demikian acara puncak pelatihan K3LH saat simulasi PMK di fireground. Semoga training-training berikutnya tetap diberi kelancaran🙂

Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

Profile Sahabat Khatulistiwa Foundation

walppp

Kunjungi profile dari SKFoundation🙂

Website: http://sahabatkhatulistiwa.wordpress.com/

Facebook: http://www.facebook.com/groups/114473812034100/

Twitter: https://twitter.com/_SKFoundation

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Autodesk Homestyler

Autodesk Homestyler ini merupakan aplikasi desain rumah yang dioperasikan secara online dan free. Pengoperasian aplikasi ini sangat mudah dan menyerupai sweet home 3D. Aplikasi ini memiliki lebih banyak katalog yang dapat ditampilkan dan lebih nyata bentuknya. Berikut denah dan interior rumah yang coba saya desain:

rumah 1

rumah 2

berikut linknya selamat mencoba: http://www.homestyler.com

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Sweet Home 3D

Akhir-akhir ini saya tertarik di bidang desain interior. Saya mencoba mempelajari salah satu software yang saya download gratis lewat internet bernama Sweet Home 3D. Software ini ternyata cukup mudah dioperasikan. Tampilan yang diberikan dalam bentuk 2D dan 3D. Tampilan software ini hampir menyerupai software design engineering yang saya pernah pelajari yaitu Autocad. Berikut tampilan main window dari Sweet Gome 3D:
room2

Sweet Home 3D adalah software desain rumah dan interior yang gratis dan open source yang memungkinkan anda untuk mendesain rumah anda, menambahkan warna atau tekstur dari setiap kamar, dan mendrag  furnitur yang anda ingin rencanakan dari katalog yang telah tersedia seperti lemari, meja, tempat tidur dan masih banyak lagi. Untuk memulai operasi rancangan desain  rumah dalam tampilan 2D, namun anda dapat juga melihat dalam bentuk 3D dan anda juga dapat menavigasi di dalamnya dari banyak sudut pandang dan visual yang diinginkan. Bagian uniknya gambar dan desain dapat didokumentasikan dalam bentuk foto maupun video. Disini saya mencoba mendesain kamar minimalis masih belajar dan sederhana. Berikut videonya:

Jika ingin mencoba berikut link downloadnya: http://www.sweethome3d.com/index.jsp

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Sinkronisasi Paralel Generator

Untuk melakukan operasi paralel generator maka dilakukan tahap sinkronisasi terlebih dahulu. Beberapa parameter yang harus sama untuk syarat sinkronisasi adalah:
1. Tegangan
2. Frekuensi
3. Urutan Fasa

Dengan berkembangnya teknologi maka proses sinkronisasi dapat dilakukan secara otomatis pada synchronizing panel. berikut gambar dibawah ini merupakan diagram sederhana dari alur proses sinkronisasi.


A) Urutan Fasa
Untuk mengetahui sinkronisasi pada urutan dan beda fasa maka dapat dilakukan dengan metode lampu gelap-terang. Ketika urutan dan beda fasa sudah sinkron dapat dilihat pada nyala lampu untuk L1 dan L2 nyala terang, dan L3 gelap. Berikut diagram vektor dari urutan fase dan proses nyala ketiga lampu tersebut.


B) Tegangan, Frekuensi dan Synchroscope
Tegangan dan frekuensi dari generator yang akan diparalel harus bernilai sama mendekati rating bus pada generator yang telah beroperasi. Untuk memasukkan saklar sinkronisasi maka dapat melihat jarum pada synchroscope tersebut dalam posisi 0 atau arah jarum jam 12. Ini membuktikan bahwa selisish frekuensi telah bernilai 0. Untuk mensinkronasikan nilai dari tegangan antara generator yang akan diparalel maka dilakukan dengan mengatur sistem eksitasinya. Apabila tegangan generator lebih tinggi dari tegangan rating bus di sistem, maka generator akan mengalami sentakan beban M Var lagging (induktif), pada kondisi ini generator mengirim daya reaktif ke sistem. Sebaliknya jika tegangan generator lebih rendah dari pada tegangan sistem, mesin akan mengalami sentakan beban M Var Leading (kapasitif), artinya generator menyerap daya reaktif dari sistem (loss of field). Berikutnya untuk Frekuensi generator juga harus bernilai sama dengan frekuensi sistem pada bus. Untuk mensinkronasikan frekuensi dilakukan dengan cara mengatur katup governor untuk mengatur putaran generator tersebut. Jika frekuensi generator lebih tinggi dari pada frekuensi sistem, sistem akan mengalami sentakan beban MW dari generator, artinya mesin membangkitkan dan mulai menyalurkan daya aktif (MW). Sebaliknya jika generator frekuensinya lebih rendah dari pada sistem, mesin akan mengalami sentakan MW dari sistem, artinya generator akan beroperasi menjadi motor (motoring).

Gambar synchroscope


Prosedur sinkronisasi generator:

1.    Pastikan bahwa breaker dari generator yang akan diparalel (incoming generator) dalam keadaan terbuka, atau dengan kata lain incoming generator terisolasi dengan sistem.
2.   Pastikan AVR (Automatic Voltage Regulator) dalam keadaan“Automatic”, bukan manual.
3.   Start Prime mover sampai pada spesifikasi putaran tanpa beban.
4.   Gunakan governor control untuk mengeset frekwensi Incoming Generator lebih tinggi 1/10 dari frekwensi sistem.

5.   Gunakan AVR untuk mengeset Tegangan Incoming Generator sama atau lebih tinggi dari sistem.
6.   Gunakan Synchroscope pada incoming generator dan set frekwensi incoming generator berputar perlahan – lahan di daerah “Fast” mendekati 0.
7.   Tutup breaker incoming generator saat 1 sampai 2 derajat pada synchroscope sebelum posisi 0. Dengan asumsi breaker mepunyai massa lembam dengan demikian penutupan breaker tepat pada angka 0 pada synchroscope.
8.   Matikan synchroscope
9.   Dengan governor control, buat perpindahan beban ke incoming generator secara perlahan – lahan.
10. Jika power faktor yang terbaca antara 2 generator atau lebih yangdiparalel tidak sama maka, set AVR masing – masing generator sampai power faktor setiap generator mendekati sama.

Jika menggunakan peralatan automatic synchronizer yang digabung dengan peralatan Load sharer dan kVA sharer kita hanya mengikuti langkah 1 dan 3, selain itu kita dapat mempersingkat semua langkah diatas.

Contoh gambar synchronizing panel

Categories: Elektro | Tags: , , , | Leave a comment

Rangkaian Ekivalen Trafo

Categories: Elektro | Tags: | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.